Cerita Fiksi Fathul Muh. Hatta 5 A1 | Cahaya
Suatu hari saya ditugaskan untuk pergi meneliti matahari. Pada saat saya hampir sampai di matahari, pertama-tama saya melihat matahari melalui periskop buatan saya. Periskop adalah alat mata-mata buatan waktu SDIT Wahdah Islamiyah 01 Antang.Di periskop saya melihat manusia yang sangat tampan di matahari, ternyata benar yang dikatakan guru SD saya, bahwa cahaya itu adalah rambatan gelombang yang dihasilkan oleh gabungan medan listrik dan medan magnet. Saat kutemui, lelaki itu dan sayapun mengajaknya berkenalan dan bertanya " Siapa kamu?". lelaki itu menjawab, " Saya adalah malaikat yang diutus oleh Tuhanmu". Lalu aku bertanya lagi kepada lelaki yang ternyata malaikat "Apakah kamu tentang cahaya?". Malaikat itu tidak menjawab, malah lantas bertanya "Apakah kamu tahu sumber cahaya?". Aku menjawab lantang. " Yaa, contohnya senter, obor, lampu, lilin, dan sumber cahaya terbesar itu matahari." Malaikat itu kemudian bertanya lagi "Apkah kamu tahu sifat-sifat cahaya?". Saya menjawab " Tidak". Malaikat itupun kemudian meneruskannya " Sifat cahaya merambat lurus, dapat dipantulkan, dapat dibiaskan. Cahaya dapat dibiaskan dengan bukti masukkan pensil kedalam gelas yang berisi air maka akan terlihat patah. Semua tentang cahaya ini ada di Surah Nur Ayat 35-40.





