Showing posts with label artikel. Show all posts
Showing posts with label artikel. Show all posts

*Sandal putus

"Hendaklah di antara kalian mengadukan segala urusannya hanya kepada Allah saja, walaupun hanya tali sandal yang putus." (HR. Tirmidzi). 

Baca hadist ini dari berbagai sisi, maka kesimpulannya sama: mengadukan segala urusan hanya kepada Allah, bahkan untuk perkara kecil sekalipun. Maka, apakah menulis doa2, curhat di media sosial termasuk mengadukan segala urusan hanya kepada Allah? Omong kosong, kalian mengadu kepada semua orang, berdoa ke semua orang. Tapi kan, tapi kan, semua itu tergantung niat. Maka ketahuilah, Rasul Allah pernah mengingatkan: riya atau syirik kecil itu persis seperti semut yang merayap. Kalian pernah mendengar suara kaki semut yang merayap? Bahkan kebanyakan orang tidak sadar saat semut sudah naik ke kaki, badannya. Bagaimana mungkin ada orang yang yakin sekali dia murni hendak berdoa/curhat kepada Allah, bukan kepada orang lain saat dia menuliskan hal2 itu di media sosial, dibaca banyak orang? Bagaimana mungkin PD sekali? Ketika kita saja tidak yakin, maka jalan terbaik adalah: hindari. Jangan lakukan. Berhati-hatilah.
Tapi kan, tapi kan, jika mengaminkan banyak nanti doanya makbul.
What? Maksud kalian seperti ini? "Ya Allah, berikanlah hamba mobil dan rumah mewah. Amin. Jika ini doa kalian, maka klik like dan komen Amin." Yang ini? Oh, bukan itu maksudnya?
Nah, jika maksud kalian adalah hadist ini: “Tidak berkumpul sesebuah kaum, sebahagian dari mereka berdoa dan sebahagian yang lain mengaminkan, kecuali Allah akan memustajabkan doa mereka." Silahkan merujuk tentang derajat hadist2, cari sendiri (pastikan yg memakai argumen ini, benar2 sudah tahu derajat hadist ini). Kalaupun ada yang berpendapat hadist ini kelasnya sahih, maka tetap saja dibaca dari berbagai sisi, tidak ada satupun maksud hadist ini: silahkan meratap dan curhat, silahkan berdoa di tempat umum, untuk kemudian orang2 menontonnya, mengaminkan, nanti jadi mustajab deh.
Berhentilah menulis doa2 di media sosial, curhat di media sosial, apalagi live report sedang beribadah. Itu semua memiliki potensi syirik kecil, tidakkah kalian cemas atau khawatir? Karena Rasul Allah pernah bilang, beliau lebih cemas soal syirik kecil (riya/pamer) ini dibanding fitnah dajjal kelak di akhir jaman. Ribuan tahun lalu, Rasul Allah sudah mengkhawatirkan ini.
Tapi kan, tapi kan, niat saya baik, niat saya baik. Well, sekali kita membantah, bersikeras tidak terima, berusaha menjelaskan (padahal tidak ada yang minta), maka dengan sendirinya itu menunjukkan justeru ada pertentangan bathin di hati kita.
Pikirkanlah...

Sumber : tereliye

admin

on Tuesday, June 3, 2014 | Tagged | 0 comments

Tiga Golongan Yang Terancam Tidak akan Masuk Syurga

"Tiga golongan yang terancam tidak akan masuk Syurga, anak yang durhaka kepada kedua orang tuanya, orang yang suka mengungkit pemberian dan orang yang kecanduan minum minuman keras" (HR. Bukhari dan Muslim)
terancam tdk akan masuk syurga. Hal yang menyebabkan adalah :
1. Anak yang durhaka kepada orang tua
Begitu banyak ayat dan hadits yang menyebutkan tenatng kewajiban anak berbakti pada orang tua
"Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia" (QS. 17:23)
"Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: "Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil"..(QS.17:24)
Demikian pula dalam ayat
"Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu". (QS. 31;14)
Ayat diatas lebih menpertegas lagi bahkan menyebutkan alasan mengapa anak wajib berbuat baik kepada orang tua yaitu
+ karena ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah
+ kita dilahirkan antara hidup dan mati oleh ibu dengan pengorbanan yg besar
+ setelah lahir kita disapih/disusui ibu kurang lebih 2 tahun
+ ayah, tdk kalah besar pengorbanannya krn bertanggung jawab unt mencari nafkah
Begitulah jasa dan pengorbanan orang tua yang demikian besar, sehingga manakala ada anak yang durhaka kepada kedua orang tuanya maka akan mendapat akibat dan dampak buruk, bukan hanya didunia bahkan diakhirat.
Diantara akibat yang didapat untuk anak yang durhaka pada orang tua (uququl walidain) adalah :
- Tidak dianggap bersyukur kepada Allah. Ibnu Abbas ra menyebutkan bahwa ada
3 hal dalam Al-Quran yang senantiasa digandeng, dimana tdk diterima yang satu
manakala tdk diamalkan yang lainnya, yaitu taat kpd Allah dan taan kepada
Rasul, Dirikan sholat dan tunaikan zakat, dan bersyukurlah kepadaKU dan kpd
kedua orang tuamu
- Dosa yang sangat besar setelah syirik. Dalam riwayat disebutkan "maukah aku
sampaikan dosa2 yg sangat besar, yaitu syirik kepada Allah dan durhaka pada
orang tua".
- Diharamkan memasuki syurga, sebagaimana hadits Rasulullah "tiga golongan
yang diharamkan oleh Allah untuk memasuki syurga :orang yang gemar minum
minuman keras, durhaka pada orang tua, membiarkan keluarganya untuk berbuat
jelek dan dosa (dayyuts)" (HR. Ahmad dan Nasa'i)
- akan disegerakan hukumannya didunia

2. Orang yang suka menyebut2 pemberian/mengungkit pemberian
Inilah salah satu sebab kenapa sampai kita diperintahkan Allah untuk beribadah dan beramal dengan ikhlas semata2krn Allah, bukan untuk mendapat pujian sanjungan atau kedudukan dari manusia atas amal ibadah yg harusnya ditujukan hanya untuk Allah.
"Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus, dan supaya mereka mendirikan salat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus".(QS.98:5)
Amalan yang tdk ikhlas akan tertolak termasuk mengungkit2 pemberian dengan tujuan untuk mendpt sanjungan dan pujian
"Hai orang-orang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena ria kepada manusia...." (QS. 2:264)
Berkata Fudhail bin Iyyad bahwa meninggalkan perbuatan yang tidak baik karena ada orang dapat disebut riya, sedangkan beramal baik untuk mendapat pujian manusia inilah yang disebut syirik, dan ikhlas adalah dibebaskan oleh Allah dari kedua sifat tersebut.
Demikian pula sebuah Hadits dari Abu Hurairah ra, tentang tiga golongan yang paling pertama dilontarkan masuk kedalam neraka (penjelasan lengkap pada mutiara berikutnya).

3. Kecanduan Minum minuman keras
Ini juga golongan yang sering disebut bukan hanya terancam tidak akan masuk syurga bahkan diharamkan unt memasukinya. perkara minuman keras yang sekarang ini disepelekan oleh sebahagian manusia, rupanya dampak kerusakannya demikian besar, bukan hanya didunia bahkan diakhirat. bukan hanya pada sipelaku tapi juga pd lingkungan masyarakat. Olehnya pelarangan ini demikian kuat bahkan wajib untuk dijauhi/ditinggalkan.
"Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan keji termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan." (QS. 5:90)
Mengapa minuman keras itu dilarang, rupanya minuman keras adalah merupakan pokok dari kejahatan, sebagaimana hadits Rasulullah :
"Jauhilah minuman keras,karena esungguhnya minuman keraslah pokok dari segala kejahatan" (HR. Al Baihaqi)
Realita menunjukkan bahwa karena terpengaruh minuman keras, terkadang seseorang mendzalimi orang lain, membunuh saudaranya, atau melakukan pelecehan seksual, dll. satu perbuatan buruk ini yang dilakukan maka akan mengundang perbuatan2 buruk yang lain.
"Sesungguhnya Allah telah menetapkan janjiNya kepada peminum minuman keras, yaitu Allah akan memberikan minuman padanya dari thinatul khabal. Sahabat bertanya : ya Rasulullah apakah itu thinatul khabal, Rasulullah menjawab : yaitu keringatnya penghuni neraka atau darah dan nanahnya penghuni neraka" (HR Muslim, Ahmad dan Nasai)
Demikianpula dampak dari perbuatan maksiat ini, bukan hanya pada pelakunya bahkan seluruh unsur yang turut serta
"Aku mengutuk khamr, peminumnya, yang memberikan minuman tersebut, yang menjualnya, yang membelinya, yang memerah buah unt minuman khamr, yang diperahinya, yang membawanya, orang yang diantari dan orang yang memakan hasil/harga dari khamr tersebut"(HR. Abu Dawud)

Ini secual alasan kenapa sampai ketiga golongan tersebut terancam tidak akan masuk syurga.
Setiap apa yang Allah dan Rasul perintahkan itu merupakan kebaikan bagi kita jika melaksanakannya, dan setiap apa yang Allah dan Rasul larang maka itu akan membahayakan bagi. Syariat Islam datang untuk menyelamatkan manusia baik didunia dan diakhirat, bukan untuk menyesakkan dada manusia atau membuat ruang gerak semakin kaku.
Semoga bermanfaat

Sumber : Askar Yaman

admin

on | Tagged | 0 comments

Tak layak Jadi Pecundang

Seorang Murid Yang Cerdas dan sangat mengidolakan gurunya berkata :
"Apakah tuan Guru ingin mengetahui cita-cita saya ?, Salah satu cita-citaku adalah saya akan lebih hebat dari anda. Jika anda tidur, maka sy akan bangun. Jika anda bangun, sy akan duduk. Jika anda duduk, sy akan berdiri. Jika anda berdiri, sy akan berjalan. Jika anda berjalan, sy akan berlari. Jika anda berlari, sy akan terbang. Dan jika ternyata anda juga terbang... Maka saya harus sebisa mungkin lebih dari anda. Karena bagi seorang pemenang, kata "baik" saja tdk cukup. Perjuangan boleh2 saja memberatkan, persaingn boleh sj panas... Tapi berusaha tuk jadi yang teratas dan selalu berjuang tuk tampil sebagai pemenang.. Patut diUSAHAKAN. Bukankah tuan Guru sering menyanyikan ditelingaku "jika ada org lain yang berhasil dan sukses, maka pelajarilah jejak2 mengapa ia sampai berhasil. . . Bukan karena agar kau bisa seperti mereka, walaupun itu jg salah satu tujuanx.. Tapi karena kau yang telah dipilih sebagai pemenang sejak dalam rahim tak patut tuk jadi seorang pecundang". (semoga menginspirasi, diadaptasi dari Secret admirer ) Sumber : Ust. Askar Yaman

admin

on Monday, June 2, 2014 | Tagged | 0 comments

Beginilah Umar bin Abdul Aziz Mendidik Anak (Seri 2)

Herfi G. Faizi, Lc

Ayahku Guruku

Jum’at dini hari. Seperti biasa, sebelum masyarakat datang berkunjung, Umar bin Abdul Aziz mengumpulkan semua anak-anaknya. Dari keempat istrinya, Umar memiliki tujuh belas anak, diantara mereka adalah; Ishaq, Ya’qub, Musa, Abdullah, Bakar, Ummu Amar, Ibrahim, Abdul Malik, Walid, Ashim, Abdullah, Abdul Aziz, Yazid, Zayyan, Aminah dan Ummu Abdullah.

Setelah semua berkumpul, maka saatnya Umar memulai tadarrus al-Qur’an. Dimulai dari anak yang paling tua, kemudian dilanjutkan adik-adiknya. Begitulah. Semua membaca al-Qur’an bergantian. Satu persatu. Sedangkan Umar menyimak bacaan al-Qur’an anak-anaknya dengan sungguh-sungguh dan penuh ta’dhim.

Inilah ayah yang sekaligus guru bagi anak-anaknya. Guru al-Qur’an. Meskipun Umar telah memilihkan guru-guru hebat bagi buah hatinya, namun dirinya sendiri merasa perlu terjun langsung dalam mewarnai keilmuan mereka. Sekalipun agenda reformasi dan kiprahnya dalam pemerintahan sangat banyak, tapi selalu ada waktu yang sangat berkualitas dengan keluarganya. Kebersamaan dalam naungan al-Qur’an.

Menciptakan iklim al-Qur’an dalam lingkungan keluarga, itu nilai penting pada tulisan seri ini. Ketika ternyata sekedar ‘menitipkan’ anak di lembaga-lembaga pendidikan tertentu tidaklah cukup untuk membangkitkan daya dan memupuk kecenderungan anak kepada al-Qur’annya, ketika iklim di rumah tidak Qur’ani.

Nuansa al-Qur’an harus tercipta dalam lingkungan keluarga terlebih dahulu, dan Umar telah melakukan itu. Sehingga menjadi sangat perlu kiranya setiap keluarga muslim mulai merutinkan halaqah al-Qur’an. Disitu berkumpul antara orang tua dan anak-anak. Bergantian membaca al-Qur’an. Mengkaji pelajaran dari setiap ayat-ayatnya. Dan yang menjadi guru adalah ayah.

Menarik pasti. Sangat istimewa. Lebih berkesan dari halaqah al-Qur’an yang diikuti oleh para anak di sekolah mereka. Karena disitu ayahnya adalah gurunya. Ini adalah satu program besar peradaban yang perlu diinstal di setiap rumah. Harus segera dimulai walaupun di awal terasa canggung dan bingung.

Abdullah bin Umar berpesan kepada kita, “Kamu harus bersama al-Qur’an, pelajari al-Qur’an itu dan ajari anak-anakmu. Karena sesungguhnya kamu kelak akan ditanya tentang al-Qur’anmu dan dengannya kamu akan mendapat pahala, dan cukuplah al-Qur’an sebagai pemberi nasehat bagi orang yang berakal.

Menjadi guru bagi para buah hati. Beginilah ayah hebat mencetak generasi unggulan.

Sumber: FP FB Parenting Nabawiyah

admin

on Friday, May 2, 2014 | Tagged | 0 comments

Eskul ICT Tugas I | Waktu | Putri Mulia Kasih |

Waktu

Waktu adalah detikan. Setiap berdetik pasti waktu akan berubah dan haripun akan berubah waktu ada di mana-mana semua orang pasti mempunyai waktu saat ini jika orang ingin pergi sesuai waktu yang ditentukannya.
Mereka tinggal satu jam jika orang punya banyak lihat tugas, seperti tugas sekolah, les dan mengerjakan PR maka mereka harus menghemat waktu . Menghemat waktu adalah orang yang memaknai waktu mereka  hanya yang penting-penting itulah manfaat waktu.

"Detikan Waktu"

Detikan waktu adalah yang mengubah waktu menjadi berpindah-pindah contohnya ketika jam setengah dua jam berikutnya jam dua.

admin

on Friday, March 28, 2014 | Tagged | 0 comments

Dwi Adinda Putri Alfindha ( 5B) | Waktu

Waktu adalah nikmat Allah yang terbesar. Semua orang tahu, betapa berharganya waktu. Islam menjelaskan bahwa waktu paling berarti dalam kehidupan ini. Waktu tidak dapat dinilai dengan materi atau uang. Harga sebuah waktu jauh lebih berharga dari nilai mata uang. Waktu adalah sebuah anugrah Allah yang diberikan kepada manusia agar menggunakannya dengan tepat demi kesejahteraannya dan kebahagiaanya. dalam waktu terdapat kewajiban dan tanggung jawab. Waktu sangat terbatas. Jika waktu telah berlalu, ia tak bisa diganti atau kembali.
Saydina Ali bin Abi Thalib pernah berkata " Rezki yang tidak diperoleh hari ini masih dapat diharapkan perolehannya lebih banyak hari esok. Tetapi waktu yang berlalu hari ini, tidak mungkin kembali dihari esok".
Para genarasi salafus shaleh sangat bersemangat untuk menjaga waktu hingga dalam keadaan sakit dan sakaratul maut. Kita harus memanfaatkan waktu perjalanan dengan membaca buku dan Al Quran, menghapal Al Quran, berdzikir, menuntut ilmu, bahkan menyampaikan hadits. Rasulullah Sallallhu Alaihi Wasallam juga sering mengingatkan akan pentinggnya mengisi waktu sebaik-baiknya, seperti dalam hadits : " Manfaatkan lima waktu perkara sebuelum lima perkara: 1. waktu mudamu sebelum datang waktu tuamu, 2.waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu, 3. masa kayamu sebelum datang   masa kefakiranmu 4. Masa luangmu sebelum datang masa sibukmu, 5. hidupmu sebelum datang kematianmu" [HR. Al-Hakim].
Rasulullah juga pernah bersabda: "janganlah kamu mencela masa karena Allah berfirman, "Aku adalah masa, malam dan siang adalah milikk-Ku. Aku menjadikannya baru dan berlalu. Dan, Aku mengganti para penguasa yang baru". (HR. Ahmad).

admin

on Monday, March 24, 2014 | Tagged | 0 comments

Tugas ICT I | Muhammad Razzan Salim ( 4a1 ) | Waktu

Waktu

Razzan
Apa itu waktu? Kita tentutnya sudah tidak asing lagi dengan kata tersebut, seluruh rangkaian kegiatan kita setiap hari terikat atau terjadwal dengan waktu. jadi, waktu adalah seluruh rangkaian saat ketika proses, perbuatan, atau keadaan berada atau berlangsung. Dalam hal ini skala waktu merupakan interval anatara dua buah keadaan/kejadian atau bisa meruapakan lama berlangsungnya suatu kejadian ( Kamus Besar Bahasa Indonesia).
Seluruh kegiatan kita sehari-hari apabila dilakukan secara teratur dan tepat waktu tentunya akan membawa kita kepada kehidupan yang tenang, namun dalam hal menghargai waktu yang terpenting bagi kita sebagai laki-laki muslim, ummat Muhammad Salallahu 'Alaihi Wasallam adalah melaksanakan shalat fardu dengan tepat waktu, sebab itulah hakekat kehidupan kita yang sebenarnya.
Pemanfaatan waktu secara baik dalam seluruh aspek kehidupan juga menjadi peringatan bagi kita sesuai yang tertuang di dalam Al Quran surah Al Ashr yang artinya :
1. demi waktu
2. Sungguh, manusia berada dalam kerugian
3. kecuali orang-orang yang beriman dalam mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran.
Untuk itu sepatutnya kita memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya hanya dalam mengerjakan kebajikan, agar waktu yang diberikan Allah Azza wa Jalla kepada kita senantiasa bernilai ibadah, tidak sia-sia, mendapat ridhoNya dan dapat benar-benar kita manfaatkan untuk mencari bekal di hari kemudian. (Rz)

admin

on | Tagged | 0 comments

Ini Rahasia Syeitan

Salah seorang sahabat  Nabi n yang dikenal dengan sebutan Abu Hurairoh a pernah bercerita. Ia berkata: Rosululloh n menyerahiku tugas untuk menjaga zakat Romadhon (zakat fitrah). Kemudian pada suatu malam ada seseorang yang datang, lalu ia mulai mengambil makanan. Maka aku menangkapnya, lalu aku berkata, “Aku pasti akan menyerahkanmu kepada Rosululloh n.” Ia (lelaki tersebut) berkata, “Aku adalah orang yang membutuhkan dan aku memiliki tanggungan keluarga. Aku juga memiliki kebutuhan yang mendesak.” Maka aku pun melepaskannya. Lalu ketika pagi tiba, Rosululloh n bersabda, “Wahai Abu Hurairoh, apa yang dilakukan oleh orang yang engkau tangkap tadi malam?” Aku menjawab, “Wahai Rosululloh, ia mengadu tentang kebutuhannya dan keluarga yang mendesak, maka aku kasihan kepadanya lantas aku melepaskannya.” Lalu beliau n bersabda, “Ia telah membohongimu dan ia akan kembali lagi.”
            Maka aku tahu bahwa ia akan kembali lagi, berdasarkan sabda Rosululloh n. Lantas aku mengintipnya, dan ia pun datang mengambili makanan. Aku berkata,
“Aku pasti akan menyerahkanmu kepada Rasulullah n.”
“Biarkanlah aku, aku ini orang yang membutuhkan. Aku memiliki tanggungan keluarga. Aku tidak akan kembali lagi.” Janjinya.
Maka aku mengasihaninya lalu melepaskannya. Pada pagi harinya, Rosululloh n bertanya kepadaku, “Wahai Abu Hurairah, apa yang dilakukan orang yang engkau tangkap semalam?” aku menjawab, “Wahai Rosululloh, ia mengaku bahwa ia memiliki keperluan dan keluarga, maka aku kasihan lalu melepaskannya.” Kemudian beliau n berkata, “Ia telah membohongimu dan ia akan kembali lagi.”
Maka aku pun mengintipnya untuk yang ketiga kalinya. Ia pun datang mengambil makanan. Aku lalu menangkapnya, kemudian berkata, “Aku pasti akan menyerahkanmu kepada Rosululloh n dan ini adalah ketiga kalinya engkau mengaku tidak akan kembali lagi.” Maka ia berkata, “Lepaskanlah aku, karena aku akan mengajarkan kepadamu beberapa kalimat yang Alloh jadikan bermanfaat untukmu.” Aku bertanya menyelidik, “Apakah itu?” Ia berkata, “Apabila engkau pergi tidur, maka bacalah Ayat Kursi, maka aka nada terus penjagaan dari Alloh dan setan tidak dapat memdekatimu sampai waktu pagi.” Lalu aku membiarkannya pergi.
Ketika pagi hari, Rosululloh n berkata kepadaku, “apa yang dilakukan orang yang engkau tangkap semalam?” Aku menjawab, “Wahai Rosulullah, ia mengaku bahwa ia bisa mengajarkan kepadaku beberapa kalimat yang bermanfaat untukku, kemudian aku membiarkannya pergi.” Beliau bertanya, “Apakah itu?” aku menjawab, “Ia berkata kepadaku, ‘Apabila engkau mau tidur, maka bacalah Ayat Kursi dari awal sampai akhir: “Allohu la ilaha illa huwal hayyul qayyum.’ Dan ia berkata kepadaku, ‘Akan terus ada penjaga dari Alloh atas kamu, dan setan tidak akan mendekatimu sampai pagi.” Maka Nabi n berkata, “Ia telah berkata jujur kepadamu walaupun ia sang pendusta. Tahukah engkau siapa yang berbicara kepadamu itu sejak tiga hari yang lalu, wahai Abu Hurairoh??” Aku menjawab, “Tidak.” Rosululloh n berkata, “Itu adalah setan.” (HR. al-Bukhori)
Dalam hadits di atas mengandung banyak pelajaran dan faidah yan sangat berharga antara lain; Pertama, setan memiliki kemampuan untuk menjelma dalam bentuk manusia dengan izin Alloh l. Kedua, Besarnya rasa kasih sayang Abu Hurairoh a terhadap orang yang membutuhkan. Ketiga, ketika setan telah menjelma dalam bentuk manusia, iapun bisa melakukan perbuatan tertentu sebagaimana halnya manusia. Keempat, Rosululloh n memberikan tuntunan kepada kita bahwa kebenaran itu harus diambil dari siapapun ia datang meskipun dari setan. Kelima, keutaamaan ayat kursi (QS. al-Baqaroh [2]:255) yang dibaca saat mau tidur.
Sebagai tambahan bahwa membaca surat al-Baqaroh juga mampu mengusir setan dari rumah-rumah kita, sebagaimana sabda Rasululloh n, “Janganlah kalian menjadikan rumah-rumah kalian seperti kuburan. Sesungguhnya setan akan lari dari rumah yang dibacakan surat Al-Baqaroh di dalamnya.” (HR. Muslim)
Semoga bermanfaat bagi pembaca sekalian dan kita memohon kepada Alloh l agar melindungi kita dan keluarga kita dari godaan setan yang terkutuk. Wallahu A’lam
 Sumber: Riadhus Sholihin, Karya al-Imam an-Nawawi.

admin

on Saturday, December 28, 2013 | Tagged | 0 comments

Buah Sikap Amanah dan Kejujuran

Amanah dan kejujuran adalah dua sikap mulia yang mengantarkan pemiliknya kepada kebaikan dan keberuntungan hakiki baik di dunia maupun di akhirat kelak. Sikap inilah yang membuat para kafir Quraisy Mekkah percaya dan tunduk terhadap keputusan Rasulullah SAW sebelum Islam bersinar di negri Mekkah saat itu. Akan tetapi, di zaman modern ini, dekadensi moral dan akhlak sudah begitu dahsyat dan memprihatinkan. Sehingga sikap mulia tersebut mulai luntur dan bahkan telah sirna dari dari diri-diri sebagian kaum muslimin kecuali mereka yang dirahmati Allah SWT.

Disamping itu pula, kita hidup di satu zaman yang kosong dari qudwah (panutan), jauh dari zaman nubuwah. Oleh sebab itu, kita perlu membaca dan memperhatikan perjalanan dan kisah-kisah orang terdahulu yang telah memenuhi lembaran hidup mereka dengan ketaatan dan kemuliaan. Mudah-mudahan dengan membaca kisah mereka, kita mengambil faidah dan manfaat untuk kita realisasikan dalam kehidupan kita.

Pada edisi kali ini, kita akan mengangkat sebuah kisah tentang seorang laki-laki dari Bani Israil. Bagaimana kisahnya.? mari kita simak lanjutan kisah ini dari sosok manusia termulia, teladan kita Rasulullah SAW. Abu Hurairah RD berkata bahwasanya Rasulullah SAW menceritakan tentang seorang laki-laki dari Bani Israil yang meminta pinjaman (berhutang) kepada seseorang sebesar 1000 dinar (mata uang saat itu).

Lalu orang yang ingin memberi pinjaman itu berkata, “Datangkanlah kepadaku beberapa orang saksi agar mereka menyaksikan hutangku ini.” Ia menjawab, “Cukuplah Allah sebagai saksi bagiku!” Orang itu berkata lagi, “Datangkan kepadaku seorang yang menjamin hutangmu!” Ia menjawab, “Cukuplah Allah yang menjamin hutangku!” Lantas orang yang menghutangipun berkata, “Engkau benar.”

Maka uang 1000 dinar itu diberikan kepadanya agar dibayar pada waktu yang telah ditentukan. Setelah sekian lama, orang yang berhutang itupun berlayar untuk suatu keperluannya. Lalu ia mencari kapal yang bisa mengantarkannya untuk memayar hutang karena sudah jatuh tempo, akan tetapi ia tidak mendapatkan kapal tersebut.

Maka iapun mengambil sebilah kayu yang kemudian dilubanginya lalu dimasukkanlah uang 1000 dinar ke dalamnya dengan disertai sepucuk surat buat yang menghutanginya. Lalu ia meratakan kembali kayu tersebut dan memperbaiki letaknya. Selanjutnya ia pergi ke laut seraya berkata, “Ya Allah, sungguh Engkau telah mengetahui bahwa aku meminjam (berhutang) uang kepada si fulan sebanyak 1000 dinar. Ia pun meminta kepadaku seorang penjamin, maka aku katakan waktu itu, ‘Cukuplah Allah sebagai penjamin.’ Dan ia memintaku seorang saksi, maka aku katakan, ‘Cukuplah Allah sebagai saksi.’

Kemudian ia pun rela dan menerima perkataanku itu dan dia sudi memberikan pinjaman (1000 dinar) kepadaku. Sungguh aku telah berusaha keras mencari kapal untuk mengantarkan uang yang telah aku pinjam karena telah tiba waktu pengembaliannya, tetapi aku tidak mendaptkan kapal itu. Karena itu aku titipkan uang itu kepada-Mu.”

Lalu ia melemparnya (kayu yang berisi uang dan sepucuk surat) ke laut lalu ia pulang.

Apa yang terjadi setelah itu? apakah uang tersebut akan hilang, diambil orang, tenggelam atau…? mari kita simak lanjutan kisahnya.

Ternyata orang yang menghutanginya itu keluar untuk menunggu kapal yang datang ke negrinya sambil melihat-lihat barangkali ada kapal yang membawa titipan uang untuknya. Tetapi tiba-tiba ia menemukan sepotong kayu. Lantas ia mengambilnya untuk keperluan kayu bakar istrinya. Namun ketika ia membelah kayu tersebut ia mendapatkan uang berikut sepucuk surat.

Selang beberapa waktu, datanglah orang yang berhutang sambil membawa uang 1000 dinar seraya berkata, “Demi Allah, aku terus berusaha untuk mendapatkan kapal agar bisa sampai kepadamu untuk mengembalikan uangmu, Tetapi aku sama sekali tidak mendapatkan kapal sebelumnya kecuali yang aku tumpangi saat ini.”

Orang yang menghutangi itu berkata, “Bukankah engkau telah mengirimkan uang itu untukku melalui sesuatu? “ Ia menjawab, “Bukankah aku telah memberitahukan kepadamu bahwa aku tidak mendapatkan kapal sebelum yang aku tumpangi sekarang ini”.

Orang yang menghutanginya berkata, “Sesungguhnya Allah telah menunaikan apa yang engkau kirimkan kepadaku melalui kayu. Karena itu bawalah uang 1000 dinarmu kembali.” (HR. Bukhari).

Semoga kisah ini bisa menjadi bahan renungan dan motivasi bagi kita untuk senantiasa menghiasi diri kita dengan sikap amanah dan kejujuran sehingga bisa meraih kebaikan yang berlimpah. Wallahu A`lam


Sumber: 61 Kisah pengantar tudur, diriwayatkan secara shahih dari Rasulullah SAW dan para sahabatnya, karya: Muhammad bin Hamid Abdul Wahab

admin

on | Tagged | 0 comments

Anak Muslim Beraqidah, Selalu Belajar



Anak Sholeh/sholehah Indonesia juga harus tahu. Pemuka agama di dua negara bagian Malaysia melarang umat Muslim di Negeri Jiran mengenakan kaos klub sepakbola Manchester United (MU). Pasalnya, gambar “setan merah” di kaos MU terlarang dalam ajaran Islam.
Dewan Keagamaan Johor dan Mufti negara bagian Perak menjelaskan bahwa gambar salib, minuman beralkohol, dan setan di kaos-kaos klub sepakbola merupakan penghinaan terhadap Allah dan tidak seharusnya dipakai oleh umat Muslim.

Kaos sepakbola lain yang dinyatakan tidak bisa diterima dalam Islam adalah kaos tim Brazil, Portugal, Serbia, Barcelona, dan Norwegia karena semua kaos tersebut mengandung unsur salib.
“Tidak ada alasan apapun yang bisa digunakan untuk memakai pakaian seperti itu, karena itu berarti, sebagai seorang muslim, kalian mengidolakan simbol agama lain,” kata Datuk Nooh Gadot, Mufti Johor, seperti dikutip VIVAnews dari laman Telegraph, Senin (20/7). “Dalam urusan ini, tidak ada yang bisa dikompromikan dengan alasan untuk hiburan, fashion, atau bahkan olahraga,” kata Nooh.
Mufti Perak, Tan Sri Harussani Zakaria, mengatakan bahwa umat Muslim yang mengenakan kaos sepakbola tersebut berarti melangkah di jalan dosa. Ini karena, kata Harussani, orang yang mengenakan kaos yang mengandung simbol kepercayaan berbeda lebih memprioritaskan agama itu dibanding agama Islam.
Peringatan tersebut menimbulkan berbagai reaksi dari fans MU di Malaysia. “Sebentar lagi pasti mereka (ulama) akan menyarankan untuk mengganti simbol aritmatika seperti tanda “+” dan “x” karena simbol-simbol itu tidak halal,” kata seorang fans MU di situs fans.
Manchester United sendiri merupakan klub paling populer di negara mayoritas Muslim tersebut. Dalam tur MU tahun lalu ke Malaysia, dua pertandingan MU kontra tim Malaysia XI digelar di hadapan sekitar 40 ribu penonton.
MU sendiri pada Maret lalu menandatangani kontrak kemitraan lima tahun dengan perusahaan telekomunikasi Telekom Malaysia. Kontrak tersebut semakin menegaskan bahwa MU adalah tim sepakbola paling digemari di Malaysia.
Reputasi Malaysia sebagai negara Muslim moderat dan progresif tahun ini merosot menyusul pengeboman sejumlah gereja pada Januari lalu dan hukuman cambuk pada tiga perempuan Muslim karena dugaan zina pada Februari lalu.
(tvone.co.id)
Orang-orang Malaysia pendukung klub itu menyatakan kemarahan terhadap larangan tersebut yang termuat di websites fans.
Coba perhatikan gambar logo tim berikut ini:

Gambar Salib pada Logo Klub Barcelona

Gambar Salib pada Logo Klub AC Milan

Gambar Setan Merah pada Logo Klub Manchester United

Gambar Salib pada Logo Timnas Brazil

Gambar Salib pada Logo Timnas Portugal

Gambar Salib pada Kaos intermilan
Sebagai seorang muslim sudah sepatutnya tidak memakai gambar yang mencerminkan kepercayaan lain, semoga bisa mengubah paradigma anda.




Hukum Memakai Kaos Bola Bertuliskan Nama Orang Kafir
Oleh: Asy Syaikh Shalih bin Fauzan Al Fauzan
Asy Syaikh ditanya tentang memakai baju yang dipakai orang-orang kafir di mana di bagian punggungnya terdapat nama olahragawan (pemain bola) kafir tanpa meniatkan tasyabbuh (meniru kebiasaan) mereka. Maka beliau menjawab:
“Perbuatan ini termasuk pengagungan terhadap orang kafir. Selama ia memakai baju yang terdapat nama orang kafir atau gambarnya, maka ini termasuk pengagungan terhadap orang kafir. Tidak diperbolehkan. Minimal hukumnya adalah haram. Dan apabila ia memang berniat mengagungkannya, dikhawatirkan ia jatuh dalam kemurtadan.
Ini adalah bentuk pengagungan terhadap orang kafir. Selama dia memakai baju yang ada nama atau gambar orang kafir maka ini adalah bentuk pengagungan padanya. Maka ini tidak diperbolehkan. Paling sedikit hukumnya adalah haram. Apabila dia mengagungkan orang kafir tersebut maka dikawatirkan dia jatuh pada kemurtadan. Na’am.
Teks Arab:
يقول فضيلة الشيخ وفقكم الله : الذي يلبس ما يلبسه الكفار ويكون على ظهره في لباسه اسم لا عب كافر ولا ينوي التشبه بذلك أو بهم ؟
العلامة صالح الفوزان حفظه الله :
هذا تعظيم للكافر ، مادام يلبس الثوب الذي عليه اسم الكافر أو صورته هذا تعظيم للكافر ، فلا يجوز هذا أقل أحواله أنه محرم ، وإن كان يعظمه يخشى على ردته . نعم
(http://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=120239)

Bagaimana dengan kamu? 

admin

on | Tagged | 0 comments

Kisah Sahabat Nabi: Abdurrahman bin Auf, "Manusia Bertangan Emas"

Abdurrahman bin Auf termasuk kelompok delapan orang yang mula-mula masuk Islam. Ia juga tergolong sepuluh sahabat yang diberi kabar gembira oleh Rasulullah masuk surga dan termasuk enam orang sahabat yang bermusyawarah dalam pemilihan khalifah setelah Umar bin Al-Khathab. Di samping itu, ia adalah seorang mufti yang dipercayai Rasulullah berfatwa di Madinah selama beliau masih hidup.

Pada masa Jahiliyah, ia dikenal dengan nama Abd Amr. Setelah masuk Islam, Rasulullah memanggilnya Abdurrahman bin Auf. Ia memeluk Islam sebelum Rasulullah menjadikan rumah Al-Arqam sebagai pusat dakwah. Ia mendapatkan hidayah dari Allah dua hari setelah Abu Bakar Ash-Shiddiq memeluk Islam.

Seperti kaum Muslimin yang pertama-tama masuk Islam lainnya, Abdurrahman bin Auf tidak luput dari penyiksaan dan tekanan dari kaum kafir Quraisy. Namun ia tetap sabar dan tabah. Abdurrahman turut hijrah ke Habasyah bersama kawan-kawan seiman untuk menyelamatkan diri dan agama dari tekanan Quraiys.

Tatkala Rasulullah SAW dan para sahabat diizinkan Allah hijrah ke Madinah, Abdurrahman menjadi pelopor kaum Muslimin. Di kota yang dulu bernama Yatsrib ini, Rasulullah mempersaudarakan orang-orang Muhajirin dan Anshar. Abdurrahman bin Auf dipersaudarakan dengan Sa'ad bin Rabi Al-Anshari.

Sa'ad termasuk orang kaya diantara penduduk Madinah, ia berniat membantu saudaranya dengan sepenuh hati, namun Abdurrahman menolak. Ia hanya berkata, "Tunjukkanlah padaku di mana letak pasar di kota ini!"

Sa'ad kemudian menunjukkan padanya di mana letak pasar. Maka mulailah Abdurrahman berniaga di sana. Belum lama menjalankan bisnisnya, ia berhasil mengumpulkan uang yang cukup untuk mahar nikah. Ia pun mendatangi Rasulullah seraya berkata, "Saya ingin menikah, ya Rasulullah," katanya.

"Apa mahar yang akan kau berikan pada istrimu?" tanya Rasul SAW.

"Emas seberat biji kurma," jawabnya.

Rasulullah bersabda, "Laksanakanlah walimah (kenduri), walau hanya dengan menyembelih seekor kambing. Semoga Allah memberkati pernikahanmu dan hartamu."

Sejak itulah kehidupan Abdurrahman menjadi makmur. Seandainya ia mendapatkan sebongkah batu, maka di bawahnya terdapat emas dan perak. Begitu besar berkah yang diberikan Allah kepadanya sampai ia dijuluki 'Sahabat Bertangan Emas'.

Pada saat Perang Badar meletus, Abdurrahman bin Auf turut berjihad fi sabilillah. Dalam perang itu ia berhasil menewaskan musuh-musuh Allah, di antaranya Umar bin Utsman bin Ka'ab At-Taimy. Begitu juga dalam Perang Uhud, dia tetap bertahan di samping Rasulullah ketika tentara Muslimin banyak yang meninggalkan medan perang.

Abdurrahman bin Auf adalah sahabat yang dikenal paling kaya dan dermawan. Ia tak segan-segan mengeluarkan hartanya untuk jihad di jalan Allah. Pada waktu Perang Tabuk, Rasulullah memerintahkan kaum Muslimin untuk mengorbankan harta benda mereka. Dengan patuh Abdurrahman bin Auf memenuhi seruan Nabi SAW. Ia memelopori dengan menyerahkan dua ratus uqiyah
emas.

Mengetahui hal tersebut, Umar bin Al-Khathab berbisik kepada Rasulullah, "Sepertinya Abdurrahman berdosa karena tidak meninggalkan uang belanja sedikit pun untuk keluarganya."

Rasulullah bertanya kepada Abdurrahman, "Apakah kau meninggalkan uang belanja untuk istrimu?"

"Ya," jawabnya. "Mereka kutinggalkan lebih banyak dan lebih baik daripada yang kusumbangkan."

"Berapa?" tanya Rasulullah.

"Sebanyak rezeki, kebaikan, dan pahala yang dijanjikan Allah."

Pasukan Muslimin berangkat ke Tabuk. Dalam kesempatan inilah Allah memuliakan Abdurrahman dengan kemuliaan yang belum pernah diperoleh siapa pun. Ketika waktu shalat tiba, Rasulullah terlambat datang. Maka Abdurrahman bin Auf yang menjadi imam shalat berjamaah. Setelah hampir selesai rakaat pertama, Rasulullah tiba, lalu shalat di belakangnya dan mengikuti sebagai makmum. Sungguh tak ada yang lebih mulia dan utama daripada menjadi imam bagi pemimpin umat dan pemimpin para nabi, yaitu Muhammad SAW.

Setelah Rasulullah wafat, Abdurrahman bin Auf bertugas menjaga kesejahteraan dan keselamatan Ummahatul Mukminin (para istri Rasulullah). Dia bertanggung jawab memenuhi segala kebutuhan mereka dan mengadakan pengawalan bagi ibu-ibu mulia itu bila mereka bepergian.

Suatu ketika Abdurrahman bin Auf membeli sebidang tanah dan membagi-bagikannya kepada Bani Zuhrah, dan kepada Ummahatul Mukminin. Ketika jatah Aisyah ra disampaikan kepadanya, ia bertanya, "Siapa yang menghadiahkan tanah itu buatku?"

"Abdurrahman bin Auf," jawab si petugas.

Aisyah berkata, "Rasulullah pernah bersabda, 'Tidak ada orang yang kasihan kepada kalian sepeninggalku kecuali orang-orang yang sabar."

Begitulah, doa Rasulullah bagi Abdurrahman bin Auf terkabulkan. Allah senantiasa melimpahkan berkah-Nya, sehingga ia menjadi orang terkaya di antara para sahabat. Bisnisnya terus berkembang dan maju. Semakin banyak keuntungan yang ia peroleh semakin besar pula kedermawanannya. Hartanya dinafkahkan di jalan Allah, baik secara sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan. Walau termasuk konglomerat terbesar pada masanya, namun itu tidak memengaruhi jiwanya yang dipenuhi iman dan takwa.

Berbahagialah Abdurrahman bin Auf dengan limpahan karunia dan kebahagiaan yang diberikan Allah kepadanya. Ketika meninggal dunia, jenazahnya diiringi oleh para sahabat mulia seperti Sa'ad bin Abi Waqqash dan yang lain. Dalam kata sambutannya, Khalifah Ali bin Abi Thalib berkata, "Engkau telah mendapatkan kasih sayang Allah, dan engkau berhasil menundukkan kepalsuan dunia. Semoga Allah selalu merahmatimu.
Sumber : Facebook

admin

on Friday, December 27, 2013 | Tagged | 0 comments

Pendidikan Anak dalam Islam

Pendidikan anak adalah perkara yang sangat penting di dalam Islam. Di dalam Al-Quran kita dapati bagaimana Allah menceritakan petuah-petuah Luqman yang merupakan bentuk pendidikan bagi anak-anaknya. Begitu pula dalam hadits-hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, kita temui banyak juga bentuk-bentuk pendidikan terhadap anak, baik dari perintah maupun perbuatan beliau mendidik anak secara langsung.

Seorang pendidik, baik orangtua maupun guru hendaknya mengetahui betapa besarnya tanggung-jawab mereka di hadapan Allah ‘azza wa jalla terhadap pendidikan putra-putri islam.
Tentang perkara ini, Allah azza wa jalla berfirman,
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ
“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu”. (At-Tahrim: 6)
Dan di dalam hadits yang diriwayatkan oleh Al-Imam Al-Bukhari dan Al-Imam Muslim, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
كُلُّكُمْ رَاعٍ وَمَسْئُوْلٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ
“Setiap di antara kalian adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban”
Untuk itu -tidak bisa tidak-, seorang guru atau orang tua harus tahu apa saja yang harus diajarkan kepada seorang anak serta bagaimana metode yang telah dituntunkan oleh junjungan umat ini, Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Beberapa tuntunan tersebut antara lain:
· Menanamkan Tauhid dan Aqidah yang Benar kepada Anak
Suatu hal yang tidak bisa dipungkiri bahwa tauhid merupakan landasan Islam. Apabila seseorang benar tauhidnya, maka dia akan mendapatkan keselamatan di dunia dan akhirat. Sebaliknya, tanpa tauhid dia pasti terjatuh ke dalam kesyirikan dan akan menemui kecelakaan di dunia serta kekekalan di dalam adzab neraka. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:
إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan mengampuni yang lebih ringan daripada itu bagi orang-orang yang Allah kehendaki” (An- Nisa: 48)
Oleh karena itu, di dalam Al-Quran pula Allah kisahkan nasehat Luqman kepada anaknya. Salah satunya berbunyi,
يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ
“Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezhaliman yang besar”.(Luqman: 13)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sendiri telah memberikan contoh penanaman aqidah yang kokoh ini ketika beliau mengajari anak paman beliau, Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Al-Imam At-Tirmidzi dengan sanad yang hasan. Ibnu Abbas bercerita,
“Pada suatu hari aku pernah berboncengan di belakang Nabi (di atas kendaraan), beliau berkata kepadaku: “Wahai anak, aku akan mengajari engkau beberapa kalimat: Jagalah Allah, niscaya Allah akan menjagamu. Jagalah Allah, niscaya engkau akan dapati Allah di hadapanmu. Jika engkau memohon, mohonlah kepada Allah. Jika engkau meminta tolong, minta tolonglah kepada Allah. Ketahuilah. kalaupun seluruh umat (jin dan manusia) berkumpul untuk memberikan satu pemberian yang bermanfaat kepadamu, tidak akan bermanfaat hal itu bagimu, kecuali jika itu telah ditetapkan Allah (akan bermanfaat bagimu). Ketahuilah. kalaupun seluruh umat (jin dan manusia)berkumpul untuk mencelakakan kamu, tidak akan mampu mencelakakanmu sedikitpun, kecuali jika itu telah ditetapkan Allah (akan sampai dan mencelakakanmu). Pena telah diangkat, dan telah kering lembaran-lembaran”.
Perkara-perkara yang diajarkan oleh Rasulllah shallallahu ‘alaihi wasallam kepada Ibnu Abbas di atas adalah perkara tauhid.
Termasuk aqidah yang perlu ditanamkan kepada anak sejak dini adalah tentang di mana Allah berada. Ini sangat penting, karena banyak kaum muslimin yang salah dalam perkara ini. Sebagian mengatakan bahwa Allah ada dimana-mana. Sebagian lagi mengatakan bahwa Allah ada di hati kita, dan beragam pendapat lainnya. Padahal dalil-dalil menunjukkan bahwa Allah itu berada di atas arsy, yaitu di atas langit. Dalilnya antara lain,
“Ar-Rahman beristiwa di atas ‘Arsy” (Thaha: 5)
Makna istiwa adalah tinggi dan meninggi sebagaimana di dalam riwayat Al-Bukhari dari tabi’in.
Adapun dari hadits,
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya kepada seorang budak wanita, “Dimana Allah?”. Budak tersebut menjawab, “Allah di langit”. Beliau bertanya pula, “Siapa aku?” budak itu menjawab, “Engkau Rasulullah”. Rasulllah kemudian bersabda, “Bebaskan dia, karena sesungguhnya dia adalah wanita mu’minah”. (HR. Muslim dan Abu Daud).
· Mengajari Anak untuk Melaksanakan Ibadah
Hendaknya sejak kecil putra-putri kita diajarkan bagaimana beribadah dengan benar sesuai dengan tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Mulai dari tata cara bersuci, shalat, puasa serta beragam ibadah lainnya.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
صَلُّوا كَمَا رَأَيْتُمُونِي أُصَلِّي
“Shalatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku shalat” (HR. Al-Bukhari).
“Ajarilah anak-anak kalian untuk shalat ketika mereka berusia tujuh tahun, dan pukullah mereka ketika mereka berusia sepuluh tahun (bila tidak mau shalat-pen)” (Shahih. Lihat Shahih Shahihil Jami’ karya Al-Albani).
Bila mereka telah bisa menjaga ketertiban dalam shalat, maka ajak pula mereka untuk menghadiri shalat berjama’ah di masjid. Dengan melatih mereka dari dini, insya Allah ketika dewasa, mereka sudah terbiasa dengan ibadah-ibadah tersebut.
· Mengajarkan Al-Quran, Hadits serta Doa dan Dzikir yang Ringan kepada Anak-anak
Dimulai dengan surat Al-Fathihah dan surat-surat yang pendek serta doa tahiyat untuk shalat. Dan menyediakan guru khusus bagi mereka yang mengajari tajwid, menghapal Al-Quran serta hadits. Begitu pula dengan doa dan dzikir sehari-hari. Hendaknya mereka mulai menghapalkannya, seperti doa ketika makan, keluar masuk WC dan lain-lain.
· Mendidik Anak dengan Berbagai Adab dan Akhlaq yang Mulia
Ajarilah anak dengan berbagai adab Islami seperti makan dengan tangan kanan, mengucapkan basmalah sebelum makan, menjaga kebersihan, mengucapkan salam, dll.
Begitu pula dengan akhlak. Tanamkan kepada mereka akhlaq-akhlaq mulia seperti berkata dan bersikap jujur, berbakti kepada orang tua, dermawan, menghormati yang lebih tua dan sayang kepada yang lebih muda, serta beragam akhlaq lainnya.
· Melarang Anak dari Berbagai Perbuatan yang Diharamkan
Hendaknya anak sedini mungkin diperingatkan dari beragam perbuatan yang tidak baik atau bahkan diharamkan, seperti merokok, judi, minum khamr, mencuri, mengambil hak orang lain, zhalim, durhaka kepada orang tua dan segenap perbuatan haram lainnya.
Termasuk ke dalam permasalahan ini adalah musik dan gambar makhluk bernyawa. Banyak orangtua dan guru yang tidak mengetahui keharaman dua perkara ini, sehingga mereka membiarkan anak-anak bermain-main dengannya. Bahkan lebih dari itu –kita berlindung kepada Allah-, sebagian mereka menjadikan dua perkara ini sebagai metode pembelajaran bagi anak, dan memuji-mujinya sebagai cara belajar yang baik!
Padahal Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda tentang musik,
لَيَكُونَنَّ مِنْ أُمَّتِي أَقْوَامٌ يَسْتَحِلُّونَ اَلْحِرَ وَالْحَرِيْرَ وَالْخَمْرَ وَالْمَعَازِفَ
“Sungguh akan ada dari umatku yang menghalalkan zina, sutra, khamr dan al-ma’azif (alat-alat musik)”. (Shahih, HR. Al-Bukhari dan Abu Daud).
Maknanya: Akan datang dari muslimin kaum-kaum yang meyakini bahwa perzinahan, mengenakan sutra asli (bagi laki-laki, pent.), minum khamar dan musik sebagai perkara yang halal, padahal perkara tersebut adalah haram.
Dan al-ma’azif adalah setiap alat yang bernada dan bersuara teratur seperti kecapi, seruling, drum, gendang, rebana dan yang lainnya. Bahkan lonceng juga, karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
“Lonceng itu serulingnya syaithan”. (HR. Muslim).
Adapun tentang gambar, guru terbaik umat ini (Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam) telah bersabda,
كُلُّ مُصَوِّرٍ فِي النَّارِ، يَجْعَلُ لَهُ بِكُلِّ صُوْرَةٍ صَوَّرَهَا نَفْسًا فَتُعَذِّبُهُ فِي جَهَنَّمَ
“Seluruh tukang gambar (mahluk hidup) di neraka, maka kelak Allah akan jadikan pada setiap gambar-gambarnya menjadi hidup, kemudian gambar-gambar itu akan mengadzab dia di neraka jahannam”(HR. Muslim).
إِنِّ أَشَدَّ النَّاسِ عَذَاباً عِنْدَ اللهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ اَلْمُصَوِّرُوْنَ
“Sesungguhnya orang-orang yang paling keras siksanya di sisi Allah pada hari kiamat adalah para tukang gambar.” (HR. Muslim).
Oleh karena itu hendaknya kita melarang anak-anak kita dari menggambar mahkluk hidup. Adapun gambar pemandangan, mobil, pesawat dan yang semacamnya maka ini tidaklah mengapa selama tidak ada gambar makhluk hidupnya.
· Menanamkan Cinta Jihad serta Keberanian
Bacakanlah kepada mereka kisah-kisah keberanian Nabi dan para sahabatnya dalam peperangan untuk menegakkan Islam agar mereka mengetahui bahwa beliau adalah sosok yang pemberani, dan sahabat-sahabat beliau seperti Abu Bakr, Umar, Utsman, Ali dan Muawiyah telah membebaskan negeri-negeri.
Tanamkan pula kepada mereka kebencian kepada orang-orang kafir. Tanamkan bahwa kaum muslimin akan membebaskan Al-Quds ketika mereka mau kembali mempelajari Islam dan berjihad di jalan Allah. Mereka akan ditolong dengan seizin Allah.
Didiklah mereka agar berani beramar ma’ruf nahi munkar, dan hendaknya mereka tidaklah takut melainkan hanya kepada Allah. Dan tidak boleh menakut-nakuti mereka dengan cerita-cerita bohong, horor serta menakuti mereka dengan gelap.
· Membiasakan Anak dengan Pakaian yang Syar’i
Hendaknya anak-anak dibiasakan menggunakan pakaian sesuai dengan jenis kelaminnya. Anak laki-laki menggunakan pakaian laki-laki dan anak perempuan menggunakan pakaian perempuan. Jauhkan anak-anak dari model-model pakaian barat yang tidak syar’i, bahkan ketat dan menunjukkan aurat.
Tentang hal ini, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ
“Barangsiapa yang meniru sebuah kaum, maka dia termasuk mereka.” (Shahih, HR. Abu Daud)
Untuk anak-anak perempuan, biasakanlah agar mereka mengenakan kerudung penutup kepala sehingga ketika dewasa mereka akan mudah untuk mengenakan jilbab yang syar’i.
Demikianlah beberapa tuntunan dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam mendidik anak. Hendaknya para orang tua dan pendidik bisa merealisasikannya dalam pendidikan mereka terhadap anak-anak. Dan hendaknya pula mereka ingat, untuk selalu bersabar, menasehati putra-putri Islam dengan lembut dan penuh kasih sayang. Jangan membentak atau mencela mereka, apalagi sampai mengumbar-umbar kesalahan mereka.
Semoga bisa bermanfaat, terutama bagi orangtua dan para pendidik. Wallahu a’lam bishsawab.
)* Diringkas oleh Abu Umar Al-Bankawy dari kitab Kaifa Nurabbi Auladana karya Syaikh Muhammad Jamil Zainu dan hadits-hadits tentang hukum gambar ditambahkan dari Hukmu Tashwir Dzawatil Arwah karya Syaikh Muqbil bin Hadi.
Sumber : http://www.wiramandiri.wordpress.com.

admin

on | Tagged | 0 comments

Fenomena HP Dikalangan Anak Anak


Penggunaan handphone (HP) di kalangan anak-anak sudah tak tertahankan lagi. Anak pegang HP mulai dari jenis standar hingga smartphone seperti BlackBerry merupakan pemandangan lumrah saban hari. Penelusuran Tribun Manado  menemukan fakta menarik. Umumnya orangtua di Manado memberikan HP kepada anaknya sejak kelas 1 Sekolah Dasar (SD).
Fenomena penggunaan HP di kalangan anak-anak pun menimbulkan kegalauan bagi orangtua mereka. Kecemasan paling besar adalah kemungkinan sang buah hati mengakses situs orang dewasa atau gambar porno yang dapat merusak mentalnya. Selain itu anak lebih sibuk bermain game lewat HP dan lupa belajar.
"Sebenarnya sejak TK (Taman Kanak-kanak)  dia sudah minta HP. Tapi baru saya kabulkan waktu kelas 1 SD. Mau tak kasih susah juga karena dia  nangis terus," kata Loddy,  Minggu (10/6/2012). Loddy memiliki seorang putra yang kini duduk di kelas 3 SD.
Pengakuan serupa diungkapkan orangtua lainnya seperti Steven, Christine,  Jevie Jane, Yatti Karamoy dan Gladys Runtukahu yang ditemui secara terpisah. Para orangtua ini memberikan HP kepada putra-putri mereka dengan dua tujuan. Pertama, memudahkan komunikasi. Kedua, terkait aspek keamanan yaitu lebih mudah mengontrol keberadaan sang anak saat dia beraktivitas di luar rumah.
"Memiliki handphone sudah menjadi hal yang biasa. Anak- anak di bawah umur juga lincah mengoperasikan handphone, " ujar Christine, ibunda dari Diva Sorongan, murid kelas 3 SDN 43 Manado .
"Saya memberi kepercayaan kepada anak memegang HP sendiri agar saya bisa mengontrol keberadaannya. Saya selalu bertanya sedang apa dan di mana, sehingga meskipun saya sibuk bekerja saya bisa tahu apa yang sedang dilakukan anak saya, "tambah Christine.
Namun, Christine mengakui ada banyak sisi negatifnya yang mengganggu orang tua. 
"Biasanya anak saya sering lupa belajar  kerena sibuk dengan handphone-nya untuk bermain game. Saya  kuatir anak saya menyalahgunakan HP ke hal-hal negatif," kata Christine yang memberikan pulsa Rp 5 ribu per minggu untuk anaknya. Menurut Christine, untuk menghindari penyalahgunaan HP, ia bersikap tegas.
"Kalau sudah pulang sekolah, saya langsung sita dan simpan handphone-nya agar anak bisa punya waktu belajar di rumah," katanya.
"Sebagai orangtua saya juga pernah merasa kuatir jika anak men-download gambar maupun video yang tak benar (porno). Jadi saya bersikap tegas dan memberikan pengertian kepadanya mengenai cara menggunakan HP yang benar," kata Jevie Jane.
Jevie mengatakan, anaknya menjaga kepercayaan yang ia berikan dengan memanfaatkan HP secara sehat. "Saya kontinyu melihat isi HP dan tanya mengenai masalah yang ia hadapi dalam pergaulan maupun sekolah. Sampai sampai saat ini saya belum menemukan sesuatu yang mencurigakan dari sikap anak-anak saya, " ujarnya. Jevi membatasi biaya pulsa untuk anaknya Rp 20 ribu per bulan.
Yatti Karamoy, orangtua dari Karyn murid kelas 3 SD GMIM IX Manado pun memberi perhatian khusus soal penggunanan HP. "Saya belikan HP agar anak tidak ketinggalan dengan perkembangan teknologi atau tidak gaptek (gagap teknologi).
Saat ini dia ingin dibelikan BlackBerry (BB), namun saya tidak memenuhi permintaannya karena   saya rasa belum saatnya bagi dia," ujarnya.
Mengingat dampak negatifnya, Yatti rutin memberikan bimbingan dan pengertian.
"Saya memberikan pengertian agar anak bisa gunakan HP dengan benar, menjaga handpone agar tidak hilang atau rusak. Saya juga membatasi pengisisan pulsa yaitu hanya Rp 10 ribu sampai Rp 20 ribu per bulan agar dia belajar memanfaatkannya pada hal-hal yang lebih penting," ujarnya.
Gladys Runtukahu,  seorang manager perusahaan swasta di Manado menuturkann, anaknya Erin sudah diberikan fasilitas ini sejak kelas 2 SD.
Gladys membolehkan anaknya memakai HP agar lebih mudah mengontrol aktivitas keseharian buah hatinya.
"Waktu dia kelas 2 SD saya berikan HP yang standar hanya menelepon dan mengirimkan pesan singkat," katanya.
Uniknya HP standar pemberian Gladys sudah tiga kali hilang. "Tapi karena masih kecil HP standar itu sudah tiga kali hilang. Saat ini Erin sudah saya beri BlackBerry," ujarnya.
Soal pulsa, Gladys mengisi paket internet unlimited seharga Rp 69 ribu per bulan. Fungsinya untuk saling mengirim pesan melalui BlackBerry Messenger atau BBM.
"Kalau pulsa biasa hanya Rp 20 ribu saja dan itu tergantung pemakaian Erin. Tapi sejauh ini ia bisa pakai pulsa dengan hemat," kata Gladys. Sementara seorang ibu lain mengungkapkan ia baru memberikan HP kepada anaknya saat kelas 1 SMP. "Sekarang ia sudah kelas 3 dan memang HP sangat bermanfaat untuk komunikasi kami," katanya. 

admin

on Saturday, December 14, 2013 | Tagged | 0 comments

Mau Buat Apa?

Tidak ada yang pasti, kecuali ketidakpastian itu sendiri kata seorang filsuf barat yang entah sapa namanya. Tidak perlu di search di google apatahlagi mau memikirkan sapa yang mula asal mengatakan itu. Kalau penasaran, mungkin akan ribuan yang pernah orang yang menulisnya. 
Benarkah? 
Bertanya benar dan tidak benar itu tetap merajut kembali untuk membenarkan yang diatas, pernyataan ketidakpastian. Tapi apa benar?
Mungkin salah, namun yang jelas kepastian pada dasarnya memang tidak ada yang tahu, namun yakin, percaya dan tetap kembali yakin terus percaya lagi itu akan tetap ada yang memiliki hati yang teguh , tegar dan itiqamah pada sebuah keyakinannya.
Tidak perlu menguraikan bagian-bagian tentang keyakinan, namun percaya pada penghuni bangku-bangku yang duduk kadang-kadang tak beraturan namun lebih banyak diatur untuk duduk rapi itu adalah hal wajib untuk  dipercaya. Baik kata-kata, mimpi dan angannya.
Kenapa?
Tidak perlu bertanya kenapa , toh masih banyak urusan yang perlu dikerja, belum lagi ini masih tulisan pertama, belum lagi design templet bangku ceria ini yang ambur adul. Belum lagi masa-masa akhir semester yang berada diujung masa. Namun,   jika memaksa dan bertanya kenapa? Haruskah ada jawaban tanya pada rumput yang bergoyang? Atau tanyama' ...

Mau buat apa?
Untuk apa berdiri di depan penghuni bangku-bangku yang menatap penuh tanya? Untuk apa orang yang berbeda ukuran dengan tubuhku ini berdiri, memaksa melakukan ini itu. Membuatku tunduk dan takluk untuk mengikuti semua perintahnya. Apa yang di ucapkan? Pentingkah untuk mereka, atau hanya cuap-cuap luapan emosi dan tuntutan buku paket dari penerbit yang penulisnya berkelibet title-title yang entah dari mana dia dapatkan? Membuat robot - robot modern serba baru menurutku. Membuat mereka paksa patuh, melupakan semua keinginan lain, duduk dan pasrah , suka tak suka, senang tak senang.
Itu dulu, paradigma sekolah-sekolah yang buat anak didiknya pasrah dengan keadaan. Zaman dimana saya dan seumuran saya menikmati masa itu dengan sedikit senyum dan lebih banyak tutup mulut. Tidak ada celotehan saat sang pembawa ilmu show dan berdendang depan kami. kalau berani tunggu mistar kayu mendarat di paha...di lengan dan kepalamu yang mungil.

Ini adalah tulisan pertama, tulisan yang bukan untuk perkenalan, namun untuk memaksa mengenali tulisan-tulisan yang akan ada. Keceriaan dan cerita-cerita yang selalu ada untuk semua penghuni-penghuni bangku-bangku panjang yang muat untuk duduk berlima sekalipun.

ketidakpastian itu melahirkan kreatifitas.
Bersyukur  dan banyak beristigfar semoga ketidakpastian itu melahirkan karya-karya emas dari generasi-generasi emas yang bermula dari bangku-bangku yang punya keceriaan disetiap duduk dan tingkahnya.


admin

on Tuesday, November 26, 2013 | Tagged | 0 comments