Masih kelas 4. Semangat belajar tak kan kunjung padam. Semangatnya menyala, semenyala matahari akhir Dhuha menjelang Dhuhur. Bahan pelajaran telah habis terbahas, Ulangan Harianpun sudah terlewati. Saatnya, bermain teriakku di hadapan kelasnya. Semua bersorak horray, namun tak sedikit yang kecewa, kecewa menginginkan karena tak ada lagi prosesi tulis menulis yang panjang, tak ada gambar-gambar di buku buku mereka.
Setelah jelas, hari ini bermain. Bermain Versus , kalau tinju di adopsi maka versus bisa berarti satu lawa satu. Namun jika ini sepak bola, lain lagi ceritanya karena yang bermain adalah tim. Kekompakan dan strategi perlu ada jika ingin menang.
Versus yang dalam bahasa Inggris berarti Lawan, maka ini adalah permainan lawan. Kelasnya yang menghadap tepat ke kuburan China yang mewah penuh warna merah, pasti berpengaruh bagi mereka. Semangat merah yang berani, dan mewah tentunya. Berpengaruh yang baik - baik untuk mereka.
Bangku yang telah tersusun berkelompok memudahkan untuk langsung membagi mereka. Namun sebelumnya, setiap Anak membuat soal dan disertai jawabannya, menulis di buku dan kertas sesuai mau mereka. Dengan malas beberapa anak mulai meng wuh, karena berharap gamesnya tidak ada tulis menulisnya. Selang beberapa menit, ada yang telah selesai. Setelah kutolak dan kujelaskan kalau tidak ada pengumpulan buku dan acara periksa-periksa beberapa mulai penasaran, dan ada pula yang meng wuh lagi.
Sedikit demi sedikit kujelaskan aturan permainannya. Menulis di papan tulis dengan huruf A- F, kemudian dibawahnya A VS F , B VS E , C VS D. Mulailah mereka paham dan bersemangat. Tepat 10 menit , acarapun dimulai.
Pertandingan berlangung seru karena ini adalah kelas anak perempuan. Keegoisan dan butuh perhatian.
Ada yang menarik waktu kelompok B melawan E. Selalu ada protes dari kelompok B karena ada anak di kelompok E yang membawa buku yang berbeda sehingga pertanyaannya semakin beragam. Akhirnya E menjadi pemenang. F yang menang telak 5-0. D menang tipis 3-2, sama dengan poin E yang menang 3-2. Karena ada poinnya yang sama, sehingga pertandingan E melawan C , dan B melawan D kembali dilanjut. Kelompok F yang menang telak menunggu kemenangan dari B,C,atau D. Lagi-lagi pada saat E melawan C lagi-lagi terjadi proses, karena tetap alasan yang sama. BUKU yang mereka punya ada yang tidak sama.
Seorang anak yang tubuhnya kecil dan warna kulitnya yang manis lebih dari teman-temannya yang dari tadi duduk duduk disudut memberikan secarik kertas. Secarik kertas perlawanan sekaligus pembelaan dan permohonan perlindungan, karena dia dari kelompok bangku E. Kelompok yang daritadi dianggap curang karena memiliki buku yang berbeda dengan yang lainnya.
Bukankah buku itu sumber ilmu? Jadi semakin banyak sumbernya maka akan semakin banyak pula yang akan didapat? Tak ada yang salah, namun pihak yang tak memiliki lebih umumnya akan membela ini adalah ketidakadilan. Buku yang harusnya menceriakan maka jadi kambing hitam yang jadi permasalahan.Namun buku bukan segala-galanya bujukku kepada mereka. Yang terpenting adalah memahaminya. Karena judulnya sama IPA Pelajaran kelas 4. Bukan ini tujukku pada buku, tapi ini tunjukku pada kepala-kepala mereka. Semangat...
Akhirnya E takluk juga dengan kelompok B setelah sebelumnya E menang melawan C dan D menang melawan B. Setelah babak final F melawan D akan digelar, protes dari D. Kali ini bukan buku, namun jumlah dukungan ke kelompok F tak seimbang. Mereka telah kalah nyali. Dan kebetulan kelompok f dihuni dengan penguasa kelas. Ketua kelas dan perangkatnya.
Bukan karena "banyak" mengalahkan yang "sedikit". Bukan kuantitasnya, bukankah pasukan Rasulullah jauh lebih sedikit dibanding pasukan kafir Quraish waktu perang Badar? Tanyaku pada kelompok D. Bukan pula karena mereka telah dianggap pintar, namun telah banyak bukti bahwa semangat dan tak mau kalah telah memenangkan beberapa pertandingan dan perlombaan.
F Vs D berlangsung seru, karena semua menyaksikan. Tidak ada kesedihan dari kelompok yang kalah tadi karena mereka telah merasa ada di kelompok yang bertanding dengan menjadi suppoternya masing-masing. Bel menghentikan pertandingan, bukan bel untuk berhenti namun berhenti karena bel istirahat sholat dan makan telah berdering diikuti suara adzan dari muadzin cilik. Skor masih 4-3 dengan kemenangan sementara kelompok F.
Kamis, 2 hari setelah kemenangan tertunda kelompok F akhirnya terwujud....Namun, ada beberapa kejadian dan membuat tidak seru karena salah satu anggota kelompok F tidak ikut bertanding, entah apa masalahnya. Dan setelah prosesi penentuan juara , kelompok D sedih. D tak mau memberi kata selamat .
"Setiap permainan pasti ada kalah dan menang, dan pemenang sejati adalah semua yang mau menerima kekalahan" Tak ada pembagian hadiah khusus ke pemenang, semua dikasi hadiah. Hadiah yang jadi andalanku, stiker .
Setelah semua mendapat hadiah, dan membujuk untuk pemenang-pemenang maju ke depan. Akhirnya mereka saling menyalami dan tersenyum ceria. Ceriah, seceriah ulat daun yang diperlihatkan seorang siswa kelas 5, yang malu-malu masuk ke ruang guru yang melihatku sendiri mengetik dan menyusun susunan ruangan peserta Ujian Semester.
Gambar dari surat yang diterima ...
 |
| harusnya kelompok B salah yang pertamanya? |
 |
| D bilang kami curang |
 |
| Soal yang dibuat boleh lebih dari 5 ? |